Friday, April 28, 2006

model kesurupan on my sweetRoom








Kemiskinan dan Ekonomi Balon

Kwik Kian Gie
Berita utama Kompas tanggal 20 April 2006 melaporkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan pameran Inacraft 2006. Sungguh menarik karena berisi pengakuan bahwa jumlah pengangguran dan kemiskinan tidak menurun walaupun ada pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu masyarakat dibuat tercengang atas melejitnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan menguatnya nilai tukar rupiah. Apakah dua buah indikator ekonomi ini riil ataukah semu, dan bahkan merupakan balon? Hal ini akan saya ulas di paruh kedua tulisan ini.
Bisa bertolak belakang
Yang dikemukakan oleh Presiden SBY sangat menggembirakan. Kita gembira tidak karena masih banyaknya pengangguran dan kemiskinan, tetapi gembira karena Presiden mengenali bahwa hubungan antara apa yang dinamakan indikator ekonomi makro dengan penderitaan rakyat bisa bertolak belakang. Hampir semua ekonom dan lembaga-lembaga internasional selalu mengatakan, pertumbuhan ekonomi mesti mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Bahkan dihitung secara eksak bahwa pertumbuhan ekonomi sekian persen akan mengurangi pengangguran sekian persen.
Lebih konyol lagi, dihubungkan begitu saja secara eksak bahwa investasi sekian persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekian persen. Maka, yang dikejar hanyalah pertumbuhan ekonomi tanpa peduli apakah pertumbuhan itu lebih memperkaya yang sudah kaya dan lebih menyengsarakan yang sudah miskin. Sekarang Presiden SBY terang-terangan mengatakan bahwa "... lapangan kerja baru yang tercipta oleh satu persen pertumbuhan ekonomi masih sangat rendah."
Terus bagaimana? Presiden SBY seolah didukung oleh ekonom Amerika yang menjadi terkenal karena bukunya yang menghebohkan (The Confessions of an Economic Hitman), yaitu John Perkins. Saya kutip yang relevan buat tulisan ini. Halaman 15-16: "Faktor yang paling menentukan adalah pendapatan domestik bruto (PDB). Proyek yang memberi kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB harus dimenangkan. Walaupun hanya satu proyek yang harus dimenangkan, saya harus menunjukkan bahwa membangun proyek yang bersangkutan akan membawa manfaat yang unggul pada pertumbuhan PDB.... Pertumbuhan PDB bisa terjadi walaupun hanya menguntungkan satu orang saja, yaitu yang memiliki perusahaan jasa publik, dengan membebani utang yang sangat berat buat rakyatnya. Yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Statistik akan mencatatnya sebagai kemajuan ekonomi."
Pengenalan oleh Presiden SBY bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menciptakan lapangan kerja juga didukung oleh angka-angka di Indonesia. Selama 32 tahun sejak tahun 1967, pertumbuhan PDB rata-rata 7 persen per tahun. Namun, perbandingan antara perusahaan besar dengan usaha kecil dan menengah (UKM) per tahun 1999 sebagai berikut: jumlah perusahaan 36.815.409. Yang besar 1.831 atau 0,01 persen. Yang UKM 36.813.578 atau 99,99 persen. Sumbangan dari yang 0,01 persen dalam pembentukan PDB sebesar 59,36 persen. Yang hanya 0,01 persen menyumbang 40,64 persen dalam pembentukan PDB.
Ikut membentuk PDB berarti berproduksi dan berdistribusi, serta memperoleh laba. Bayangkan ketimpangannya selama 32 tahun dengan pertumbuhan PDB tinggi.
UKM yang praktis tidak mendapat fasilitas apa-apa menyerap 99,44 persenangkatan kerja. Yang 0,01 persen dengan segala fasilitas, termasuk BLBI, menyerap 0,56 persen saja angkatan kerja. Ini memang angka-angka tahun 1999. Tetapi, saya pernah melihat angka-angka per tahun 2003. Bedanya tidak berarti sama sekali. Terlihat bahwa kaitan antara pertumbuhan PDB dengan penyerapan tenaga kerja dan pengurangan kemiskinan bisa sangat jauh kalau arah investasi tidak direncanakan dengan baik.
Bagaimana penjelasannya? Yang diartikan dengan PDB adalah semua produksi seluruh bangsa dijumlah menjadi satu. Maka, kalau PDB dari seluruh bangsa dibuat oleh sekitar 100 orang dan karena padat modal mempekerjakan 200.000 buruh saja, dampaknya kenaikan PDB-ya hanya menyangkut 100 orang yang super kaya beserta 200.000 buruh yang memperoleh pekerjaan.
Peningkatan IHSG
Sekarang tentang meningkatnya IHSG dan penguatan rupiah. Dalam sejarah fluktuasi IHSG dan nilai tukar rupiah, keduanya seringkali terkait nyaris absolut. Mari kita segarkan ingatan kita tentang apa yang pernah terjadi di masa lampau.
Coba simak kembali statistik di masa lampau yang terkait dengan dua indikator ekonomi tersebut. Kita pernah mengenal angka IHSG 200, meningkat sampai 600, turun lagi menjadi 200, meningkat lagi sampai 600, turun lagi menjadi 200, dan kemudian meningkat lagi terus sampai sekitar 1.400 sekarang ini. Berbarengan dengan peningkatan angka IHSG, selalu diberitakan besar-besar betapa Indonesia kemasukan uang dollar banyak sekali yang dibelikan saham-saham di Bursa Efek Jakarta.
Apa dampaknya? Permintaan terhadap saham-saham Indonesia meningkat tajam yang membuat IHSG meningkat tajam. Karena yang membeli investor asing, mereka membawa dollar masuk yang dibelikan rupiah terlebih dahulu. Penawaran dollar dan permintaan rupiah meningkat tajam sehingga nilai rupiah menguat.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah modal asing akan mengalir masuk terus? Kalaupun tidak, apakah modal asing yang sudah tertanam dalam saham-saham itu tidak akan pernah dijual dengan maksud merealisasi labanya, yang lantas dibelikan dollar untuk dikembalikan ke negara asalnya?
Kalau ya, dapat diperkirakan bahwa ketika saham-saham dijual cepat dalam volume besar, IHSG akan menurun terus. Hasil penjualannya dalam rupiah akan dibelikan dollar yang berarti penawaran rupiah dan permintaan dollar akan melonjak. Akibatnya, IHSG dan nilai tukar rupiah bersama-sama anjlok. Apakah pernah terjadi? Sering seperti yang saya gambarkan tadi.
Pertanyaan menarik selanjutnya ialah apakah gejolak yang saya gambarkan itu kebetulan atau by design oleh para investor besar yang spekulan profesional? Yang sudah pernah kita alami memang direncanakan.
Ketika saham-saham rendah harganya yang dicerminkan dengan IHSG yang 200, investor asing membeli terus. Dengan pembelian ini harga saham meningkat terus. Ketika mencapai puncaknya yang 600, harga pokok rata-ratanya (200 + 600) : 2 = 400. Ketika mencapai puncaknya yang 600 laba mulai direalisasi dengan menjualnya. Para investor spekulan profesional mengatur penjualannya agar pada saat IHSG mencapai 400, semua sahamnya sudah terjual habis. Kondisi psikologi massa membuat investor amatiran tidak akan berhenti. Mereka akan menjualnya terus seraya menurunkan IHSG sampai titik terendah yang 200.
Apakah pola tersebut akan terulang? Buat saya, ya, karena tidak dapat dibayangkan uang sebanyak itu yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan keuangan internasional yang pandai dan berpengalaman ditanam dalam saham perusahaan- perusahaan Indonesia dengan perhitungan memperoleh keuntungan dari dividen. Motifnya jelas spekulasi.
Tentang penguatan rupiah
Bukankah rupiah menguat karena ekspor versus impor atau transaksi berjalannya surplus terus? Tidak juga. Tahun 1998 sampai dengan tahun 2004 memang surplus terus. Tetapi, bukan karena ekspornya yang meningkat tajam, melainkan impornya yang menurun tajam sebagai akibat dari krisis yang diikuti dengan kelesuan ekonomi. Karena ekonomi lesu, produksi menurun dan kebutuhan akan bahan baku dan bahan penolong yang diimpor menurun. Daya beli juga merosot sehingga impor barang konsumsi juga menurun.
Sekelumit angka-angkanya: transaksi berjalan tahun 2003 surplus 8,1 miliar dollar AS. Tahun 2004 masih surplus, tetapi menyusut menjadi 3,1 miliar dollar AS atau berkurang dengan 61,7 persen. Triwulan II tahun 2005 sudah minus 798 juta dollar AS dan triwulan III 2005 minus 2 juta dollar AS. Jelas sekali kecenderungannya menuju pada defisit dalam transaksi berjalan. Ekonomi baru mulai bangkit sedikit saja, impornya sudah lebih besar daripada ekspornya. Ini berarti kekuatan ekonomi kita sangat lemah. Kekuatan rupiah semata-mata karena masuknya dana asing yang spekulatif dan footloose.
Semua faktor krusial mengindikasikan melejitnya IHSG dan menguatnya rupiah karena spekulasi besar-besaran oleh para spekulan internasional yang profesional. Bahkan ada indikasi bukan spekulasi biasa lagi, tetapi dengan perencanaan supaya saham-saham habis ketika IHSG merosot sampai titik yang tidak lebih rendah daripada harga pokok rata-rata.
Mari sekarang kita letakkan semua yang saya tulis ini dengan latar belakang kredit bermasalah (non performing loan) yang membengkak. Banyaknya sepeda motor yang dikembalikan karena konsumen tidak mampu meneruskan cicilannya. Merosotnya kemampuan bank menyalurkan kreditnya maupun merosotnya permintaan kredit dari perusahaan-perusahaan. Bertenggernya loan to deposit ratio (LDR) yang tetap saja sekitar 40 persen. Ditutupnya banyak perusahaan karena tidak mampu bersaing dengan barang-barang dari China. Keuangan negara yang akan semakin sempit karena meningkatnya harga minyak. Kekalutan berpikir dalam pola subsidi dan sebagainya.
Saya tidak peduli terhadap pemodal besar. Artikel ini bermaksud membela pemodal yang pas-pasan. Janganlah ikut- ikutan. Anda menabungnya dengan susah payah.

Kwik Kian Gie Ekonom Senior

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/27/opini/2610409.htm

model kesurupan on my sweetRoom










Saturday, April 22, 2006

E--n--T--a--h

Entah mengapa aku tak berdaya
waktu kau bisikkan jangan aku kau tinggalkan
tak tau dimana ada getar tearasa
waktu kau katakan ku butuh dekat dengan mu

seperti biasa aku diam tak bicara
hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menari
seperti biasa aku tak sanggup berjanji
hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
entah esok hari entah lusa nanti
entah .. .. ..

sungguh mati betinaku
aku tak mampu beri sayang yang cantik
seperti kisah cinta didalam komik

sungguh mati betinaku
buang saja angan-angan itu lalu cepat peluk aku
lanjutkan saja langkah kita
rasalah
rasalah
apa yang terasa

iwan fals

Thursday, April 20, 2006

catatan hari ini

Sejauh manakah aku telah berjalan, aku ndak tau, tapi yang kurasa aku telah tersesat, tersandung atau terjebak aku juga dak tau, yang jelas aku dalam keraguan dan kebimbangan yang dak ada arah, walau ini hanya sehari.
Mulanya cuman minum atau just get fun kate orang, yang berlanjut dengan celetuk temen yang mo ngewek n dugem, dugem lagi, dugem lagi.
yang jelas hari-hari ini aku banyak menilai karakter manusia yang dak jelas arah dan hidupnya, dan mungkin aku termasuk dari bagian mereka, but satu hal yang kusesali napa ndak bisa SAY NO gitu loh, haha..hahaha, gue binun.


Ikuti irama dugem di CP, yang gue pikir cuman lampiasan emosi MABOK, n MABOK lagi, soalnya yang gue liat orang-orang disana pade ndak jelas, hanya goyang dengan irama "maaf gue pikir tanpa seni", ini pemikiran gue sebelum gue nyobain minum dan minum lagi, yang akhirnya emosi gue juga ikuti irama yang dak jelas itu, gue emang suka mabok but not over just sekedar gitu loh, ini kebiasaan party dari smu, tapi ini gue pikir beda, bit musik yang bawa emosi yg sudah dak jelas ikut jadi dak jelas.

Gue ndak protes akan acara-acara dugem itu, tapi yang gue tanya adalah, klo tanpa adanya alkohol dan sejenisnya atau drug, ya apa bisa ikuti bit irama yang nurut gue ndak jelas, mungkin ini hanya pandangan sepihak dari apa yang ada di pikiran gue, tapi yang jelas gue ude berusaha jujur ama apa yang ada dikepala gue saat ini, dan apa yang meluap dari hati gue.

Selama di CP malah gue mikir, gimana klo gue buat yang ginian, DUGEM PARTY for every one, tinggal cari gedung n buat EVEN doank, selesai, n ditambah nyari DC yang lumayan lah, nah duit ngalir, secara artistik, nurut gue ruang dan bangunan biasa aja, kok bisa ya, hanya ngandalin gelap n lampu remang reamang aja, mungkin yang jelek keliatan cakep, dan yang cakep keliatan ndak jelas, hahahahahhaaaaa......


mungkin itu merupakan point utamanya dari EVENT yang beginian, sekali lagi gue lon bisa mengerti sepenuhnya.
Sejujurnya ada satu hal yang baru gue temuin dalam hal ini, mengapa bit irama DUGUM sesuai dengan orang yang lagi FLY, n terserah mo jenis FLY apa loh ......ini pengamatan gue, pengamatan kecil gitu loh, bener ndaknya gue sendiri ndak tau, n sedang berusaha juga untuk ndak tau juga kok.


mungkin itu sekedar komentar tentang DUGEM, hal yang menarik yang gue hadapi malam ini adalah, ternyata duit bisa buat orang-orang gelap mata, ntah digelapin atau tiba-tiba buta yang jelas, mereka berbinar ngeliat duit itu, hhehehehhe.. gile men.
Moment yang tepat pula buat gue tuk cepet sadar akan temen disekitar gue, yang membuat gue harus bisa nyimpulin no perfect trust for every one ( gile juga sih ), mungkin gue termasuk orang yang dak sangat berlebih untuk saaat ini, tapi untuk pribadi dan sementara masih cukuplah sampai rezeki datang lagi, hehhee..hehhee, hidup masih berlanjut, hidup didalam kesempatan yang datangnya ndak mengalir terus seperti air, aku rasa harus cepet sadar n simpulin take safe play for me, cause i dont know them for this moment.
berat eui, klo ude gini jadinya, tapi mo bilang apa, gue ngeluarin duit yang dak seberapa, hanya untuk menguji kesetiaan teman, keadaan makin jelas membuktikan, klo aku harus lebih dan lebih tuk bisa bisa use wisdom for private or for the others, maen aman aja man, dan untuk saat ini gue kecewa buat teman-teman yang gue hadapi, hahhhaa... tak care again gitu loh .... di + satu pernyataan lagi ndak jelas, hahhaahahhahahahahahha
masih ada cerita lain yang ada di otak gue saat ini, tapi lon bisa keluarin dulu euy, kacian yang bersangkutan


zzzz.. bo bo bo ....

me--on-the--style








Sunday, April 16, 2006

Ternyata Dak Butuh Dugem dan Kawan-kawanya

Sisa kesal kemaren masih tersia, minggu kemaren maen billyard di Barcode, sampe abis 1,7 jeti, dak tau temen-temen makan minum apa, untungnya duit masih ada, jadi bisa pulang tanpa malu, padahal 1 jeti ude kasi ke Don-Bosco. but ternyata masih kurang, aku sendiri dak maen, cuman nikmati bir sampe teler, hehehhee...hehe, tapi kok bisa sampe segitu banyak ya ,,, ndak ngerti aku. dengan rasa kesal yang tersisa, akhirnya kemaren say yes buat keluyuran, dugem sih rencanaya, but ujungnya ke karaoke, hehehe ....wong nyanyi dak bisa.

Sejujurnya aku dak tau dapet apa disana, yg aku tau malah perasaan, bego, tolol, bersalah dan sebagainya yang datang, no refresh ... dari dulu emang kurang suka klo diajak ginian, sebenarnya aku lebih suka nongkrong kaya sma dulu, but im lossing that's memory, dak bisa temuin lagi, teman2 ude pade entah kemana.

Akhirnya aku bisa nemuin klo aku cuman cowo biasa yang dak perlu macem-macem, lagian klo cari hiburan juga biasanya dak perlu keluar banyak duit, tapi yang aku dak abis pikir kok temen-temen bisa ke dugem tiap minggu ya, bahkan ada yg 3 kali seminggu, kaya kejar setoran aja, nikmati apa ya, wong aku kesono malah pusing, hehehhehehe .... malah maen billyard lebih mending (walau aku kurang bisa maen lagi hehehhehe).
Aku kangen pengen teriak-teriak di gunung, dalam kesunyian dinginnya hutan, kangen baget, pengen kaya dulu lagi, emang cape sih, tapi biasanya selalu ada cerita indah dibalik semua itu. pengen-pengen-pengen-pengen, kapan lagi ada waktu kosong ya !! ?? semoga vulan depan jadi ... biar banyak tulisan di blogspot ini, hehehhee..hehehe.

Thanks God for my self, thanks buat kesederhanaan yg ku-miliki, aku ternyata dak butuh dugem dan kawan-kawanya, i would be my self, hehhehee... biasa aja deh !!!

---------------------------ZZZzzz...xxxx0000xxxx....Bobo ahhh...-------------------

Friday, April 14, 2006

balikin donk communicator gue

Sebel, pusing, puyeng, marah, dan kawan-kawanya menyatu dalamku saat ini, yang gue tau tiap orang bagun pagi dan hadapi sesutu yang indah, tapi yang gue hadapi malah sebaliknya, Nokia-Communicator 9500 gue raib, tanpa sisa, tapi yang gue binun napa dompet dan kardus, charger dan macam-macamnya ndak dibawa sekalean ya, jeleknya lagi marlboro gue juga disisain ,kali dia tau klo gue akan puyeng n ngisap roko gue.

Selamat deh buat loe yang berhasil nyuri Nokia gue, laen kali bilang-bilang ya klo mau datang, ntar gue tarktir deh ....!! cepet tobat biar bisa ke sorga loe ..!!

sejujurnya gue dak tau arus marah ama siapa, arus maki siapa, arus nendang siapa juga dak tau, nyoba ibur diri sendri juga dak bisa, mencoba ke BIP nonton "berbagi suami" lumayan ngibur sih, ternyata filmnya lumayan, tapi gitu balik ke kosta-an, inget lagi deh ...hehehee... arusnya gue pulang bawa film2 baru ya ???? buat hiburan pribadi, sayang kota kembang lagi kena razia ... hehehe kacian juga mereka.

hik..hik..hik... urang lagi sedih euy...,nomornya tolong balikin donk, gue kan butuh....!!!!

kerja lagi ah .. ..!!! sebel, sebel,sebel, sebel,sebel, sebel,sebel, sebel,sebel, sebel,sebel, sebel ..............

Saturday, April 01, 2006

Sunday, March 19, 2006

Sway 'My Summer of Love' Julie London

When marimba rhythms start to play
Dance with me, make me sway
Like a lazy ocean hugs the shore
Hold me close, sway me more

Like a flower bending in the breeze
Bend with me, sway with ease
When we dance you have a way with me
Stay with me, sway with me

Other dancers may be on the floor
Dear, but my eyes will see only you
Only you have that magic technique
When we sway I go weak

I can hear the sound of violins
Long before it begins
Make me thrill as only you know how
Sway me smooth, sway me now

Other dancers may be on the floor
Dear, but my eyes will see only you
Only you have that magic technique
When we sway I go weak

I can hear the sound of violins
Long before it begins
Make me thrill as only you know how
Sway me smooth, sway me now

202.138.236.106/aat_ngejazz

Cheek To Cheek -- ''Ella Fitzgerald''

Heaven, I’m in heaven
And my heart beats so that I can hardly speak
And I seem to find the happiness I seek
When we’re out together dancing cheek to cheek
Heaven, I’m in heaven
And the cares that hung around me through the week
Seem to vanish like a gambler’s lucky streak
When we’re out together dancing (swinging) cheek to cheek
Oh I love to climb a mountain
And reach the highest peak
But it doesn’t thrill (boot) me half as much
As dancing cheek to cheek
Oh I love to go out fishing
In a river or a creek
But I don’t enjoy it half as much
As dancing cheek to cheek
(come on and) dance with me
I want my arm(s) about you
That (those) charm(s) about you
Will carry me through...
(right up) to heaven, I’m in heaven
And my heart beats so that I can hardly speak
And I seem to find the happiness I seek
When we’re out together dancing, out together dancing (swinging)
Out together dancing cheek to cheek
Instrumental version

The hottest songs from Ella Fitzgerald


http://202.138.236.106/aat_ngejazz

Wednesday, March 15, 2006

LED ZEPPELIN D'YER MAK'ER

Oh oh oh oh oh oh, You don't have to go oh oh oh oh oh
You don't have to go oh oh oh oh oh, you don't have to go.
Ay ay ay ay ay ay, All those tears I cry ay ay ay ay ay
All those tears I cry oh oh oh oh ay, Baby please don't go.

When I read the letter you wrote, it made me mad mad mad
When I read the words that it told me,
It made me sad sad sad, But I still love you so
I can't let you go, I love you- ooh baby I love you.

Oh oh oh oh oh oh, Every breath I take oh oh oh oh oh
Every move I make hey hey, Baby please don't go.
Ay ay ay ay ay ay, You hurt me to my soul oh oh oh oh,
You hurt me to my soul oh oh oh oh,
Darling please don't go.

When I read the letter you sent me, it made me mad mad mad
When I read the news that it brought me,
It made me sad sad sad, But I still love you so
I can't let you go, I love you- ooh baby I love you.

Oh oh oh oh oh oh, You don't have to go oh oh oh oh oh
You don't have to go oh oh oh oh oh
Oh baby, ba-bee bee please please please
ah ah ah ah ah baby ah ah I really love you baby
oo oo oo oo oo darlin' oooohhhh oh
Oh baby I still love you so,
Oh baby I still love you so ohohoh, ooo, oh oh oh oh oh yeah
(Fire?) ah ah oh ah ah ah oooohhh
(fire?) ah ah ah ah ah, oooooooooooooo
(fire?) Ohhh baby....


http://202.138.236.106/mygirl_song

Monday, March 13, 2006

Blok Cepu dan Bangsa Mandiri

Kwik Kian Gie
Perundingan antara Pertamina dan ExxonMobil guna mencapai titik temu kerja sama mengeksploitasi sumur Blok Cepu amat alot. Perundingan telah lama dimulai. Ketika saya masih duduk sebagai anggota Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina ex officio, Pemerintah Amerika Serikat sudah ikut campur.

Pemimpin tertinggi ExxonMobil (EM), lalu Dubes Ralph Boyce, dan terakhir Presiden George W Bush ikut menekan Pemerintah Indonesia jangan sampai EM tidak dibolehkan ikut mendapat manfaat dari minyak di sumur Blok Cepu.

Semua kontraktor asing boleh mengeksplorasi dengan peraturan dan syarat jelas. Maka, tidak perlu ada perundingan alot sampai melibatkan presiden kedua pihak. Alotnya perundingan disebabkan permintaan EM yang sejak awal harus ditolak sama sekali tak mau berunding.

Dijual Tommy Soeharto

Semula Tommy Soeharto mempunyai izin untuk mengeksploitasi minyak di sumur ”kecil” Cepu. Lisensi itu berakhir tahun 2010, lalu dijual kepada EM. Mengetahui ada cadangan minyak 600 juta barrel, EM mengusulkan agar kontrak antara Indonesia dan EM diperpanjang hingga 2030, disertai deal bisnis rinci.

Saat itu status hukum Pertamina masih perum. Menurut undang-undang, yang berhak memutuskan adalah Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP), terdiri dari lima menteri dengan suara aklamasi. Jika tidak, keputusan diambil Presiden. Tiga anggota DKPP setuju, dua menolak kontrak diperpanjang. Karena aklamasi tidak dicapai, Presiden Megawati menerima ”bola panas”.

Sebelum keputusan diambil, badan hukum Pertamina berubah dari perum menjadi persero. Kekuasaan tertinggi di tangan pemegang saham, yaitu pemerintah. Namun karena bentuk hukumnya persero, pemerintah harus berpura-pura memberikan wewenang kepada Direksi Pertamina. Ternyata Direksi Pertamina di bawah Widya Purnama tak mau menyerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Namun, karena pemerintah dan Presiden AS ikut campur, menarik disimak apakah setelah diambil alih presiden, keputusannya menjadi lebih lunak daripada yang dikehendaki Widya Purnama?

Kita telusuri argumentasi pro-kontra, terus bersama EM atau 100 persen dieksploitasi Pertamina. Mengapa EM ngotot? Karena mereka menemukan kandungan minyak 600 juta barrel. Belakangan disebutkan, kandungannya 1,2 miliar sampai dua miliar barrel.

Kontrak adalah kontrak, setelah 2010 Blok Cepu harus 100 persen dieksploitasi Pertamina. Alasannya sederhana. Jika EM ngotot, pasti labanya besar. Maka, jika sepenuhnya dieksploitasi Pertamina, 100 persen laba jatuh ke Pertamina.

Mampukah Pertamina? Dirut Pertamina saat itu, Baihaki Hakim, menyatakan mampu, apalagi terletak di Pulau Jawa dan mudah aksesnya. Soal expertise bisa disewa, bukan mengundang EM sebagai majikan. Apakah ada dana, jelas ada, karena banyak bank antre memberi kredit jika kandungan minyak begitu besar.

Pesan Bung Karno

Setelah 60 tahun merdeka, pantaskah 92 persen minyak Indonesia dieksploitasi asing? Kini saatnya memperbesar porsi Indonesia dalam eksploitasi minyak sendiri? Khusus Blok Cepu, sumur ini dijadikan titik awal menjalankan strategi.

Sekitar dua bulan setelah menjadi Dirut Pertamina, Baihaki dan jajaran memberikan paparan kepada saya selaku Menko Ekuin kala itu tentang kebijakannya.

Dikemukakan, visi dan misinya menjadikan Pertamina perusahaan kelas dunia yang mampu mengembangkan diri menjadi perusahaan multinasional, seperti BP, Shell, dan EM.

Pertamina sudah menjadi organisasi besar, sementara cadangan minyak terus menyusut, dan minyak adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resource). Maka, jika cadangan sudah menyusut, Pertamina harus menjadi perusahaan multinasional besar sehingga sumber-sumber minyak mentah diperoleh dari mana saja. Jika tidak, mau diapakan organisasi Pertamina dengan cadangan minyak yang sudah habis?

Itu sebabnya Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan saya menyetujui Pertamina mengambil risiko menanamkan modalnya untuk eksplorasi di mana saja. Saya berpesan agar dicermati supaya risiko yang diambil sudah diperhitungkan (well calculated risk).

Saat Executive Vice Presiden EM mendatangi saya dan mencoba meyakinkan, saya katakan, ”Please, bolehkah saya belajar menjadi perusahaan seperti Anda di Tanah Air sendiri, menggunakan cadangan minyak sendiri sebagai modal awal? Apakah ExxonMobil saat mulai tidak mengambil risiko besar yang Anda gambarkan menakutkan? Saya bukan Inlander.”

Saya kisahkan sikap Bung Karno yang membatasi eksploitasi sumber daya alam oleh asing. Yang lain, ”Kita simpan di tanah sampai para insinyur kita mampu menggarap sendiri,” kata Bung Karno.

Referensi lain, bagian pleidoi Bung Hatta di pengadilan Scheveningen 1932. Dalam sidang, majelis hakim mepertanyakan apakah bangsa Indonesia mampu mengurus diri sendiri di alam merdeka yang dikehendaki Bung Hatta bersama mahasiswa Indonesia yang bergaung Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.

Bung Hatta mengatakan, ”Saya lebih suka melihat Nusantara tenggelam di laut daripada dijajah Tuan-tuan.” Majelis Hakim memvonis Bung Hatta bebas murni, tetapi di Nederlands Indie (Hindia Belanda) dengan alasan sama, tiga tahun sebelumnya, Bung Karno divonis dibuang dan dipenjara. Hingga kini, haruskah kita berjiwa terjajah? Presiden Yudhoyono selayaknya tidak menuruti kemauan EM dan tidak takut tekanan AS. Tidak semestinya Pemerintah AS ikut dalam deal bisnis.

Kwik Kian Gie
Mantan Menko Perekonomian dan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Gotong Royong

sumber:http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0602/23/opini/2460741.htm

Sunday, March 12, 2006

Rolling Stones My Girl lyrics

I got sunshine, on a cloudy day
When it’s cold outside, I got the month of may

I guess, you’ll say,
What can make me feel this way?
My girl (my girl) my girl
Talkin’ ’bout my girl

I go so much honey, the bees envy me
I’ve got a sweeter song, baby, than the birds in the trees

I guess, you’ll say,
What can make me feel this way?
My girl (my girl) my girl
Talkin’ ’bout my girl

Oooh oooh oooh oooh oooh
Hey, hey, hey, hey
Hey, hey, hey, hey (oooh)

I don’t need no money, or count my pay
I’ve got all the riches, baby, one man can take

I guess, you’ll say,
What can make me feel this way?
My girl (my girl) my girl
Talkin’ ’bout my girl

I got sunshine, on a cloudy day
I even got the month of may
(my girl) my girl. I’m talkin’ ’bout my girl


http://202.138.236.106/mygirl_song

Wednesday, February 15, 2006

just read gitu lohhhh

Google and Yahoo face their Congressional critics
Four of America's most powerful high-tech corporations were accused today of collaborating with repression and "enabling dictatorship" by falling in with Chinese censorship of the internet in return for access to the world's fastest-growing market.



Representatives from Microsoft, Yahoo!, Cisco Systems and Google defended themselves at a House of Representatives human rights subcommittee hearing, called to examine the issue of American corporate responsibility in the face of internet censorship.

Google and Yahoo! in particular have been hit by a barrage of criticism for their actions in China: Google's new China-specific search site filters results on politically sensitive terms such as Taiwan, Tibet or Tiananmen Square, and Yahoo! has been blamed for divulging information that has led to the jailing of two dissidents.

The hearing followed a spat two weeks ago when all four companies declined an invitation to send representatives to an information briefing organised by the same subcommittee.

As if to rub salt into the wounds, Chris Smith, the New Jersey Republican who heads the human rights subcommittee, even invited a group of bloggers to "live-blog" the hearing, saying that Americans had the right to publish and read "unfiltered news".

Elliot Schrage, Google's vice-president of corporate affairs, told today's hearings that figuring out China's internet market "has been a difficult exercise". But members of the House committee said the companies had only tried to explain their policies in China after a crush of negative media and government attention.

Tom Lantos, the full committee’s leading Democrat, told the company officials that they had amassed great wealth and influence "but apparently very little social responsibility".

"Your abhorrent actions in China are a disgrace," Mr Lantos said. "I simply don’t understand how your corporate leadership sleeps at night."

In prepared testimony, the companies appealed for guidance on how to work in what they called a challenging marketplace. Mr Schrage said "the requirements of doing business in China include self-censorship - something that runs counter to Google’s most basic values and commitments as a company."

Still, he said, Google decided to enter China because it thought it "will make a meaningful, though imperfect, contribution to the overall expansion of access to information in China".

Michael Callahan, Yahoo!'s general counsel, testified that "these issues are larger than any one company, or any one industry". He added: "We appeal to the US government to do all it can to help us provide beneficial services to Chinese citizens lawfully and in a way consistent with our shared values."

James Keith, the State Department’s senior adviser on East Asia, told the committee that China’s efforts to manipulate the internet have increased in the last year, "sending a chilling message to internet users". China’s "effort to regulate the political and religious content of the Internet is counter to our interest, to international standards and, we argue, to China’s own long-term modernisation goals," he said.

The hearing has highlighted the dilemma facing US high-tech firms, who cannot afford to miss out on the Chinese market but have little choice but to do so on China's terms. "They are in an extremely dicey position," said John Palfrey, a Harvard Law School professor.

The potential for profit is great: China is estimated to have more than 110 million Internet users already and the number could soon outstrip that of the US. But to do business, Western companiees must satisfy a government that fiercely polices web content. Filters block objectionable foreign websites and regulations ban subversive or pornographic content, requiring service providers to enforce censorship.

A new survey by the Committee to Protect Journalists calls China’s efforts to control its media unique in the world’s history. "Never have so many lines of communication in the hands of so many people been met with such obsessive resistance from a central authority," it said.

Mr Smith, one of the most vocal Congressional critics of China's human rights record, said that the companies are "enabling dictatorship". "Cooperation with tyranny should not be embraced for the sake of profits," he added.

Cisco, the hardware giant which has been accused of providing technology that allows China to filter internet content, testified that it sells the same equipment in China that it does elsewhere. Robert Dietz, who monitors Asia for the Committee to Protect Journalists, said that other repressive regimes were watching closely how the US internet companies acted in China.

"We sense that people are standing back, watching the technology evolve, watching the attitude evolve, seeing how far countries can go in pushing their ... internet censorship," he told the hearing. "We don’t think this will end in China."
sbr:
www.timesonline.co.uk/article/0,,11069-2041793,00.html

Monday, January 30, 2006

could u help me to find shes so lovely


coz im a "drama movie" hunter, some one told me about this movie, but i never fond it to watch it tiil now, try to search synopsis on internet,and i found it ("sean penn, john travolta,robin wright penn (now be penn wife "):



This film springs from a long-neglected script by the late John Cassavetes. The script was directed by his son Nick and stars Sean Penn, who was set to star before the elder Cassavetes died.

Penn plays Eddie, an alcoholic ne'er-do-well who loves his young wife Maureen (Robin Wright Penn) too much. When she is brutalized by a neighbor, Eddie goes nuts--and lands in a mental hospital for 10 years.

When he is freed, he finds Maureen remarried, to contractor Joey (John Travolta), with whom she has two children. But Eddie's love is too strong not to draw him back to her and make one final plea for her affection.

A great showcase for all of the actors involved (the cast includes James Gandolfini, Harry Dean Stanton, and Gena Rowlands), with a particularly fine performance by Sean Penn. The film has the make-it-up-as-you-go feeling of John Cassavetes's work, as well as the kind of naked emotions that were his hallmark

Saturday, January 28, 2006

mp3

on irc.nullus.net -j indomp3

on
/s irc.theoneserv.net 6667 -j theone

Monday, January 23, 2006

d i v a

Terkenal itu kini sebuah cita-cita, di samping jadi dokter dan insinyur tampaknya. Meski sejuta keluhan karena kehidupan pribadi sering kali terganggu gara-gara terkenal, ternyata tak mengandaskan antusias banyak orang untuk jadi populer. Sampai-sampai istilah selebriti, socialite, dan diva yang merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada seseorang sekarang diperlakukan sebagai profesi.

Itu mengingatkan saya pada kehadiran kartu kredit platinum yang awal penerbitannya didasarkan dengan satu ungkapan by invitation only sekarang malah dibuat massal sehingga rakyat biasa pun bisa merasa seperti konglomerat atau public figure yang merupakan target kartu ini sesungguhnya. Memang benar, hidup itu penuh kejutan.

Jalan terbuka menjadi populer memang disediakan bagi mereka yang berani menjajalnya tanpa ragu. Apalagi fasilitasnya tersedia. Sejuta media siap mendorong mereka. Entah mendorong maju atau ke tepi jurang, itu urusan medianya. Dan, buku petunjuk jadi kondang sudah tersedia di toko buku. Ini sebuah alternatif, terutama bagi mereka yang tak punya kesempatan (dapat juga dibaca: malas) sekolah tinggi, tetapi mendatangkan penghasilan lumayan tinggi.

Beberapa bintang muda malah setelah akting beberapa kali baru berkeinginan belajar akting sebenar-benarnya. Yang baru menang dari kontes menyanyi bisa jadi model terus main film. Yang lenggak-lenggok di catwalk, jadi bintang iklan, terus main film, dan jadi presenter. Bahkan yang sudah mengaku blak-blakan tak berbakat pun diyakinkan oleh sang sutradara ia berbakat.

Di bawah ini ada tiga gelar yang diberikan kepada seseorang dan tak bisa didapat dengan belajar di universitas penuh harapan.

Diva adalah kata berasal dari bahasa Italia yang berarti dewa perempuan. Dalam bahasa Latin disebut divus yang artinya the divine one. Istilah ini ditujukan untuk penyanyi opera perempuan (soprano umumnya), meski sekarang dipakai juga untuk menunjukkan seorang perempuan yang populer dalam kategori non-operatic works.

Terminologi ini aslinya ditunjukkan untuk a woman of rare, outstanding talent, meski sekarang istilah ini juga ditujukan untuk seorang wanita dengan talenta yang masuk kategori ya… cuma gitu deh. Di Inggris, Diva adalah majalah terkemuka bagi kelompok perempuan pencinta perempuan, dan di dunia gulat berarti pegulat wanita.
”Socialite” adalah seorang perempuan—umumnya muda (ini tidak dimaksudkan perempuan separuh baya yang operasi plastik)—terkemuka dan dianggap figur yang berpengaruh. Pengaruh ini bukan berasal dari pencapaian karier artistik, misalnya, ataupun tingginya status sosial mereka. Tetapi, kecemerlangan yang berasal dari dalam dirinya sendiri, berupa kecantikan, kecerdasan, selera seni dan memiliki inherited wealth. Beberapa hal yang dapat menjadi nilai tambah adalah memiliki pribadi yang menarik, mampu mengilhami, atau persuasif. Terakhir, sosoknya dapat ditemui di berbagai kegiatan sosial.

Selebriti adalah seorang yang dikenal luas dalam kehidupan sosial. Kata ini berasal dari bahasa Latin, celebritas. Kata sifatnya adalah celeber yang berarti terkenal (celebrated). Meski bukan satu-satunya prasyarat, tetapi terkenal adalah hal yang utama. Terkenal bisa saja terjadi pada pelaku kriminal sekalipun, tetapi mereka bukan celebrity. Karena pada umumnya celebrity (manusianya) dengan senang hati memamerkan keadaannya (wajahnya terutama) di berbagai media, sementara pelaku kejahatan (manusianya) memiliki kondisi sebaliknya. Budaya selebriti ini awalnya terbatas hanya untuk kalangan bangsawan, kemudian berkembang ke berbagai disiplin profesi, bahkan seorang akademia sekalipun (disebut sebagai scilebrities).

Sunday, January 22, 2006

Linux is terrible

"It's terrible," De Raadt told Forbes. "Everyone is using it, and they don't realize how bad it is. And the Linux people will just stick with it and add to it rather than stepping back and saying, 'This is garbage and we should fix it.'"
Linux is lower quality than OpenBSD and many parts of Linux are "cheap little hacks," added De Raadt.

De Raadt believes that Linux has never been about quality. He claims his 60-person team of programmers produce better code than the entire Linux developer community.

OpenBSD is an open-source, Unix-like operating system that directly competes with Linux. De Raadt's brainchild is known for its robust security features.

De Raadt didn't stop at the operating system or its faithful users. He went on to criticize hardware manufacturers like IBM and Hewlett-Packard for using Linux developers as an "unpaid workforce." He stated that they should have invested to money to develop their own versions of Unix.
sbr : http://www.geekinformed.com/content/view/336/0/

######################################################

Benih peperangan kembali muncul di antara komunitas open source, ketika Theo de Raadt, bapak OpenBSD mengejek Linux. Menurutnya, Linux merupakan produk gagal. Bagaimana reaksi si pinguin?

"Parah," kata de Raadt seperti dikutip detikinet, Senin (20/6/2005) dari GeekInformed. "Semua orang menggunakannya, dan mereka tidak sadar betapa buruknya software itu. Komunitas Linux malah makin asik membenamkan diri ke Linux, bukanya mencoba keluar dari sistim dan berkata 'Ini sampah dan kita harus memperbaikinya'," tambahnya.

De Raadt menilai, kualitas Linux lebih rendah dibanding OpenBSD. "Hasil 'hack' murahan," ujarnya pedas, mengomentari fitur-fitur di Linux. Malah de Raadt sangsi kalau Linux bisa jadi sistim operasi berkualitas.

Dia mengklaim programmer OpenBSD yang berjumlah 60 orang, bisa menghasilkan program yang lebih baik dibanding seluruh komunitas pengembang Linux.

OpenBSD, sistim operasi yang mirip Unix, merupakan 'musuh bebuyutan' Linux. Fitur keamanan OpenBSD yang terkenal akan kehandalannya merupakan buah pikiran De Raadt.

De Raadt tidak hanya mencela sistim operasi atau pun pengguna setia Linux. Dia juga mengkritik pabrikan perangkat keras IBM dan Hewlett-Packard (HP) karena memanfaatkan jasa para pengembang Linux yang dianggapnya 'pekerja sosial'. Menurut De Raadt, seharusnya mereka (IBM dan HP) menginvestasikan uangnya untuk mengembangkan Unix versi mereka sendiri.

Linus Torvals, bapak Linux, hanya merespon pernyataan De Raadt dengan berkata "sulit". Perkataan tersebut bisa diartikan 'sulit bersaing dengan OpenBSD', atau 'sulit bagi OpenBSD untuk mengalahkan Linux'.

Dari pernyataan kedua orang penting di kalangan open source tersebut, orang bisa menyimpulkan mana yang lebih baik di antara mereka. Tapi sangat disayangkan, kedua pembesar yang seharusnya bisa memajukan gerakan open source malah berselisih paham. Apa ada indikasi pihak ketiga?(dbu)


Friday, January 20, 2006

sombong tapi tolol

philosophy wong indonesia kebanyakan mengikuti judul tulisan ini, yang penting gaya man, yang penting bisa ngomong, yang penting bisa ikuti keadaan, tanpa peduli keadaan yang sebenarnya.

sedikit ngejoke sih judul tulisan ini, namun sejujurnya judul tulisan ini dak keluar dari otak gue, ini keluar dari dari bibir tipis dosen gue, DR.Totok Sugandi, secara umum gue bisa terima pernyataan ini, walau menerima dengan sedikit kecewa, lah apa iya toh .....

kita compare dengan fenomena yang sedang terjadi saat ini, dimana-mana orang bersuara, tanpa tau apa sebenarnya sia punya hak tuk bersuara, jeleknya banyak yang ngelakuin

Thursday, January 19, 2006

coz im pelupa

baru aja gue inget,command ini, sometime i use it to chatt,to verify my password

########################
//nickserv identify $?*
########################

u need this command

you need this this command if u found error on mysql:

service mysqld start

#######################################################
ERROR 2002: Can't connect to local MySQL server through socket '/var/lib/mysql/mysql.sock' (2)
#######################################################

Wednesday, January 18, 2006

jepretan untuk ktp

sejujurnya gue mo tunjukin lesung pipitnya...hahahahahahahahaha
bisa liat ndak ya.....?????







Tuesday, January 17, 2006

jepretan webcam




ude kecapean, kurang tidur, n kurang semuanya,kurang mandi,hahaha....di jempret webcam pula lagi, hasilnya ternyata, dak ancur banget ...hehehehhe....
ini hasil jepretan ke 20002

squid config

# NETWORK OPTIONS
http_port 3128

# OPTIONS WHICH AFFECT THE CACHE SIZE
cache_mem 16 MB

# LOGFILE PATHNAMES & CACHE DIRECTORIES
cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256

# ACCESS CONTROLS

# http_access deny all
http_access allow all[ini tambahan]


##############################
/usr/sbin/squid -z
/etc/rc.d/init.d/squid start
#############################

#####################################################################################
if u see this :

FATAL: Could not determine fully qualified hostname. Please set 'visible_hostname'

Squid Cache (Version 2.5.STABLE1): Terminated abnormally.
CPU Usage: 0.150 seconds = 0.110 user + 0.040 sys
Maximum Resident Size: 0 KB
Page faults with physical i/o: 379
Aborted
#####################################################################################

solution : check the visible_hostname

note

on snmpd.conf:

###############################
Syslocation kodjoe
syscontact aat@sipanggaron.com
rocommunity lappet
###############################

save it :

and from shell restart snpd,

[root@sahat root]# /etc/init.d/snmpd restart
-
cfgmaker lappet@192.168.0.1 > mrtg.cfg(set the directory)
edit mrtg.cfg
and change WorkDir
to a place where you want the graphs saved
make sure the user running MRTG has write access to that directory

run this: mrtg mrtg.cfg

next step is optional:

[root@sahat root]# mrtg /etc/mrtg/mrtg.cfg (if u take the mrtg.cfg on this)
[root@sahat root]# cd /var/www/html/mrtg
[root@sahat mrtg]# mv index.html index.html.old
[root@sahat mrtg]# ln -s r1.html index.html

Friday, January 13, 2006

the originalof snmp

###############################################################################
#
# snmpd.conf:
# An example configuration file for configuring the ucd-snmp snmpd agent.
#
###############################################################################
#
# This file is intended to only be as a starting point. Many more
# configuration directives exist than are mentioned in this file. For
# full details, see the snmpd.conf(5) manual page.
#
# All lines beginning with a '#' are comments and are intended for you
# to read. All other lines are configuration commands for the agent.

###############################################################################
# Access Control
###############################################################################

# As shipped, the snmpd demon will only respond to queries on the
# system mib group until this file is replaced or modified for
# security purposes. Examples are shown below about how to increase the
# level of access.

# By far, the most common question I get about the agent is "why won't
# it work?", when really it should be "how do I configure the agent to
# allow me to access it?"
#
# By default, the agent responds to the "public" community for read
# only access, if run out of the box without any configuration file in
# place. The following examples show you other ways of configuring
# the agent so that you can change the community names, and give
# yourself write access to the mib tree as well.
#
# For more information, read the FAQ as well as the snmpd.conf(5)
# manual page.

####
# First, map the community name "public" into a "security name"

# sec.name source community
com2sec notConfigUser default public

####
# Second, map the security name into a group name:

# groupName securityModel securityName
group notConfigGroup v1 notConfigUser
group notConfigGroup v2c notConfigUser

####
# Third, create a view for us to let the group have rights to:

# Make at least snmpwalk -v 1 localhost -c public system fast again.
# name incl/excl subtree mask(optional)
view systemview included .1.3.6.1.2.1.1
view systemview included .1.3.6.1.2.1.25.1.1

####
# Finally, grant the group read-only access to the systemview view.

# group context sec.model sec.level prefix read write notif
access notConfigGroup "" any noauth exact systemview none none

# -----------------------------------------------------------------------------

# Here is a commented out example configuration that allows less
# restrictive access.

# YOU SHOULD CHANGE THE "COMMUNITY" TOKEN BELOW TO A NEW KEYWORD ONLY
# KNOWN AT YOUR SITE. YOU *MUST* CHANGE THE NETWORK TOKEN BELOW TO
# SOMETHING REFLECTING YOUR LOCAL NETWORK ADDRESS SPACE.

## sec.name source community
#com2sec local localhost COMMUNITY
#com2sec mynetwork NETWORK/24 COMMUNITY

## group.name sec.model sec.name
#group MyRWGroup any local
#group MyROGroup any mynetwork
#
#group MyRWGroup any otherv3user
#...

## incl/excl subtree mask
#view all included .1 80

## -or just the mib2 tree-

#view mib2 included .iso.org.dod.internet.mgmt.mib-2 fc


## context sec.model sec.level prefix read write notif
#access MyROGroup "" any noauth 0 all none none
#access MyRWGroup "" any noauth 0 all all all

###############################################################################
# System contact information
#

# It is also possible to set the sysContact and sysLocation system
# variables through the snmpd.conf file:

syslocation Unknown (edit /etc/snmp/snmpd.conf)
syscontact Root (configure /etc/snmp/snmp.local.conf)

# Example output of snmpwalk:
# % snmpwalk -v 1 localhost -c public system
# system.sysDescr.0 = "SunOS name sun4c"
# system.sysObjectID.0 = OID: enterprises.ucdavis.ucdSnmpAgent.sunos4
# system.sysUpTime.0 = Timeticks: (595637548) 68 days, 22:32:55
# system.sysContact.0 = "Me "
# system.sysName.0 = "name"
# system.sysLocation.0 = "Right here, right now."
# system.sysServices.0 = 72


# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# Process checks.
#
# The following are examples of how to use the agent to check for
# processes running on the host. The syntax looks something like:
#
# proc NAME [MAX=0] [MIN=0]
#
# NAME: the name of the process to check for. It must match
# exactly (ie, http will not find httpd processes).
# MAX: the maximum number allowed to be running. Defaults to 0.
# MIN: the minimum number to be running. Defaults to 0.

#
# Examples (commented out by default):
#

# Make sure mountd is running
#proc mountd

# Make sure there are no more than 4 ntalkds running, but 0 is ok too.
#proc ntalkd 4

# Make sure at least one sendmail, but less than or equal to 10 are running.
#proc sendmail 10 1

# A snmpwalk of the process mib tree would look something like this:
#
# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.2
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prIndex.1 = 1
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prIndex.2 = 2
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prIndex.3 = 3
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prNames.1 = "mountd"
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prNames.2 = "ntalkd"
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prNames.3 = "sendmail"
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMin.1 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMin.2 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMin.3 = 1
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMax.1 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMax.2 = 4
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prMax.3 = 10
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prCount.1 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prCount.2 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prCount.3 = 1
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrorFlag.1 = 1
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrorFlag.2 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrorFlag.3 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrMessage.1 = "No mountd process running."
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrMessage.2 = ""
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrMessage.3 = ""
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrFix.1 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrFix.2 = 0
# enterprises.ucdavis.procTable.prEntry.prErrFix.3 = 0
#
# Note that the errorFlag for mountd is set to 1 because one is not
# running (in this case an rpc.mountd is, but thats not good enough),
# and the ErrMessage tells you what's wrong. The configuration
# imposed in the snmpd.conf file is also shown.
#
# Special Case: When the min and max numbers are both 0, it assumes
# you want a max of infinity and a min of 1.
#


# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# Executables/scripts
#

#
# You can also have programs run by the agent that return a single
# line of output and an exit code. Here are two examples.
#
# exec NAME PROGRAM [ARGS ...]
#
# NAME: A generic name.
# PROGRAM: The program to run. Include the path!
# ARGS: optional arguments to be passed to the program

# a simple hello world

#exec echotest /bin/echo hello world

# Run a shell script containing:
#
# #!/bin/sh
# echo hello world
# echo hi there
# exit 35
#
# Note: this has been specifically commented out to prevent
# accidental security holes due to someone else on your system writing
# a /tmp/shtest before you do. Uncomment to use it.
#
#exec shelltest /bin/sh /tmp/shtest

# Then,
# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.8
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extIndex.1 = 1
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extIndex.2 = 2
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extNames.1 = "echotest"
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extNames.2 = "shelltest"
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extCommand.1 = "/bin/echo hello world"
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extCommand.2 = "/bin/sh /tmp/shtest"
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extResult.1 = 0
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extResult.2 = 35
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extOutput.1 = "hello world."
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extOutput.2 = "hello world."
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extErrFix.1 = 0
# enterprises.ucdavis.extTable.extEntry.extErrFix.2 = 0

# Note that the second line of the /tmp/shtest shell script is cut
# off. Also note that the exit status of 35 was returned.

# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# disk checks
#

# The agent can check the amount of available disk space, and make
# sure it is above a set limit.

# disk PATH [MIN=100000]
#
# PATH: mount path to the disk in question.
# MIN: Disks with space below this value will have the Mib's errorFlag set.
# Default value = 100000.

# Check the / partition and make sure it contains at least 10 megs.

#disk / 10000

# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.9
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskIndex.1 = 0
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskPath.1 = "/" Hex: 2F
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskDevice.1 = "/dev/dsk/c201d6s0"
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskMinimum.1 = 10000
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskTotal.1 = 837130
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskAvail.1 = 316325
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskUsed.1 = 437092
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskPercent.1 = 58
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskErrorFlag.1 = 0
# enterprises.ucdavis.diskTable.dskEntry.diskErrorMsg.1 = ""

# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# load average checks
#

# load [1MAX=12.0] [5MAX=12.0] [15MAX=12.0]
#
# 1MAX: If the 1 minute load average is above this limit at query
# time, the errorFlag will be set.
# 5MAX: Similar, but for 5 min average.
# 15MAX: Similar, but for 15 min average.

# Check for loads:
#load 12 14 14

# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.10
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveIndex.1 = 1
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveIndex.2 = 2
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveIndex.3 = 3
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveNames.1 = "Load-1"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveNames.2 = "Load-5"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveNames.3 = "Load-15"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveLoad.1 = "0.49" Hex: 30 2E 34 39
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveLoad.2 = "0.31" Hex: 30 2E 33 31
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveLoad.3 = "0.26" Hex: 30 2E 32 36
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveConfig.1 = "12.00"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveConfig.2 = "14.00"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveConfig.3 = "14.00"
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrorFlag.1 = 0
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrorFlag.2 = 0
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrorFlag.3 = 0
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrMessage.1 = ""
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrMessage.2 = ""
# enterprises.ucdavis.loadTable.laEntry.loadaveErrMessage.3 = ""

# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# Extensible sections.
#

# This alleviates the multiple line output problem found in the
# previous executable mib by placing each mib in its own mib table:

# Run a shell script containing:
#
# #!/bin/sh
# echo hello world
# echo hi there
# exit 35
#
# Note: this has been specifically commented out to prevent
# accidental security holes due to someone else on your system writing
# a /tmp/shtest before you do. Uncomment to use it.
#
# exec .1.3.6.1.4.1.2021.50 shelltest /bin/sh /tmp/shtest

# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.50
# enterprises.ucdavis.50.1.1 = 1
# enterprises.ucdavis.50.2.1 = "shelltest"
# enterprises.ucdavis.50.3.1 = "/bin/sh /tmp/shtest"
# enterprises.ucdavis.50.100.1 = 35
# enterprises.ucdavis.50.101.1 = "hello world."
# enterprises.ucdavis.50.101.2 = "hi there."
# enterprises.ucdavis.50.102.1 = 0

# Now the Output has grown to two lines, and we can see the 'hi
# there.' output as the second line from our shell script.
#
# Note that you must alter the mib.txt file to be correct if you want
# the .50.* outputs above to change to reasonable text descriptions.

# Other ideas:
#
# exec .1.3.6.1.4.1.2021.51 ps /bin/ps
# exec .1.3.6.1.4.1.2021.52 top /usr/local/bin/top
# exec .1.3.6.1.4.1.2021.53 mailq /usr/bin/mailq

# -----------------------------------------------------------------------------


###############################################################################
# Pass through control.
#

# Usage:
# pass MIBOID EXEC-COMMAND
#
# This will pass total control of the mib underneath the MIBOID
# portion of the mib to the EXEC-COMMAND.
#
# Note: You'll have to change the path of the passtest script to your
# source directory or install it in the given location.
#
# Example: (see the script for details)
# (commented out here since it requires that you place the
# script in the right location. (its not installed by default))

# pass .1.3.6.1.4.1.2021.255 /bin/sh /usr/local/local/passtest

# % snmpwalk -v 1 localhost -c public .1.3.6.1.4.1.2021.255
# enterprises.ucdavis.255.1 = "life the universe and everything"
# enterprises.ucdavis.255.2.1 = 42
# enterprises.ucdavis.255.2.2 = OID: 42.42.42
# enterprises.ucdavis.255.3 = Timeticks: (363136200) 42 days, 0:42:42
# enterprises.ucdavis.255.4 = IpAddress: 127.0.0.1
# enterprises.ucdavis.255.5 = 42
# enterprises.ucdavis.255.6 = Gauge: 42
#
# % snmpget -v 1 localhost public .1.3.6.1.4.1.2021.255.5
# enterprises.ucdavis.255.5 = 42
#
# % snmpset -v 1 localhost public .1.3.6.1.4.1.2021.255.1 s "New string"
# enterprises.ucdavis.255.1 = "New string"
#

# For specific usage information, see the man/snmpd.conf.5 manual page
# as well as the local/passtest script used in the above example.

# Added for support of bcm5820 cards.
pass .1.3.6.1.4.1.4413.4.1 /usr/bin/ucd5820stat

###############################################################################
# Further Information
#
# See the snmpd.conf manual page, and the output of "snmpd -H".
===============================================================================

ketikkan:
[root@sahat root]#vi /etc/snmp/snmpd.conf
,
dan tambahkan baris-baris berikut:
com2sec local localhost rahasia
com2sec mynetwork ALAMAT_IP_ANDA rahasia
group MyRWGroup v1 local
group MyRWGroup v2c local
group MyRWGroup usm local
group MyROGroup v1 mynetwork
group MyROGroup v2c mynetwork
group MyROGroup usm mynetwork

view all included .1 80
access MyROGroup "" any noauth exact all none none
access MyRWGroup "" any noauth exact all all none

syslocation Bandung
syscontact sahat


Kemudian jalankan service snmp daemon:


[root@sahat root]# /etc/init.d/snmpd start
Starting snmpd: [ OK ]
[root@sahat root]# snmpwalk localhost rahasia system

Langkah terakhir adalah menyiapkan MRTG, file konfigurasinya berada di /etc/mrtg/mrtg.cfg. Beberapa opsi yang harus dirubah, dicontohkan sebagai berikut.
WorkDir: /var/www/html/mrtg
Target[r1]: 2:rahasia@ALAMAT_IP_ANDA
MaxBytes[r1]: 1250000
Title[r1]: Analisis Lalu Lintas
PageTop[r1]: Statistika untuk www.sahat.com


Pastikan juga dalam file /etc/crontab ada entri seperti baris berikut :
0-59/5 * * * * root /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/mrtg.cfg


Setelah itu tinggal menjalankan perintah:


[root@sahat root]# mrtg /etc/mrtg/mrtg.cfg
[root@sahat root]# cd /var/www/html/mrtg
[root@sahat mrtg]# mv index.html index.html.old
[root@sahat mrtg]# ln -s r1.html index.html

Jangan lupa jalankan service
- httpd didapat dari paket apache
- crontd didapat dari paket vixie cron contabs

model bobo CAMPRING

Thursday, January 12, 2006

Kenyon dan Strategi Bonsai Chelsea

Hanya orang cerdik yang bisa mengubah uang tak bisa membeli kesuksesan" menjadi uang adalah segalanya. Chelsea memiliki keduanya, orang cerdik dan segunung uang. Bagi klub London ini sukses akhirnya merupakan sesuatu yang bisa dibeli.

lmuwan asal Verona, Cesare Lombardo, dalam bukunya yang bertajuk Sociological Theories of Deviance mengungkapkan orang cerdik bisa dilihat dari ciri fisiknya. Identifikasi umum dari orang pintar adalah kepala plontos dan berbibir tipis.

Chief Executive (CEO) Chelsea Peter Kenyon (50 tahun) memenuhi ciri dari teori sang ilmuwan, kepala plontos dan berbibir tipis. Dengan segala kreasi yang telah digelar lelaki kelahiran Stalybridge ini, agaknya Kenyon memang pantas diganduli label orang cerdik.

Eksekutif bisnis dari pemilik Chelsea, Roman Abramovich, pada kenyataannya telah menusuk jauh lebih dari sekadar CEO. Sukses menghadirkan trofi pertama Liga Inggris dalam 50 tahun di Stamford Bridge pada tahun lalu, dan kemungkinan besar Chelsea kembali menjadi juara pada tahun ini, tak lepas dari perannya.

Kenyon bekerja bak seorang ahli militer yang menempatkan jaringan intelijen sebagai 80 persen penyelesai, dan sisanya oleh serdadu serta senjata. Intelijen diaplikasikan dengan pembonsaian di bursa pemain lewat kekuatan uang pada klub-klub ningrat sekaliber Manchester United, Arsenal, dan Liverpool.

Ditambah pertemanan dengan agen kakap Pini Zahavi, membuat Kenyon tinggal menunggu manajer klub pesaing berat menunjuk seorang pemain berbakat, kemudian dengan cepat ia bergerak menandingi harga yang ditawarkan.

Pada awal musim 2005/06, setiap orang tahu Arsenal sangat menginginkan Shaun Wright-Phillips, sayap lincah Manchester City. Segera Kenyon mengolahnya dengan melipatgandakan penawaran. Harga Wright-Phillips yang tadinya 7 juta pound, meloncat menjadi 21 juta pound.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, hanya bisa gigit jari. ”Kami berada di sebuah pasar di mana kami membuat keputusan dan kemudian Chelsea muncul merusak semuanya,” kata Wenger.

Hal sama terjadi pada United ketika mendekati Arjen Robben. Cara yang dipakai sama, Chelsea menawari PSV Eindhoven harga yang lebih tinggi. Gelandang sayap Damien Duff yang pernah dilirik United akhirnya juga berlabuh di Chelsea.

Pembonsaian begitu efektif sehingga Jose Mourinho sebagai penguasa teknis lapangan bagai tinggal menarik picu. Tak akan pernah meleset karena kekuatan lawan telah dibonsai Kenyon.

Manuver

Kenyon datang ke Chelsea pada September 2003, namun layaknya ia sudah puluhan tahun di sana. Secara trengginas Kenyon memodifikasi Chelsea menjadi mesin supercepat dan mendorong The Blues menjadi super brand yang mengglobal.

Salah satunya, kontrak dengan produsen lokal, Umbro, diputus digantikan Adidas yang sudah lebih dulu go global. Kenyon tak peduli menuai kebencian meski kedekatan kariernya dengan sepak bola justru bermula dari Umbro

Pada 1986, setelah menduduki posisi puncak di perusahaan-perusahaan tekstil top Inggris, Umbro menariknya untuk posisi Direktur Operasi di Manchester. Selama di institusi ini Kenyon sempat duduk di kursi CEO Umbro Eropa, lalu eksekutif wakil presiden serta Direktur Marketing Umbro untuk seluruh dunia.

Dave Johnstone, editor majalah khusus fans Chelsea, pernah mengatakan, ”Saya mengenal tipe profesional seperti Kenyon. Dia bekerja untuk uang tidak untuk sebuah loyalitas.”

Baru pada Mei 1997 karier di dunia sepak bola dimulai dengan menduduki jabatan deputy chief executive di Manchester United PLC. Posisi ini merupakan kreasi baru dengan wilayah kekuasaan bertanggung jawab penuh pada peningkatan merek United secara internasional.

Lalu, manuver bisnis di Chelsea berlanjut dengan melakukan kerja sama sponsorship dengan Samsung yang bernilai 10 juta pound untuk lima musim. Untuk level komersial, Chelsea melesat menjadi klub terkaya di dunia menurut lembaga survei Deloitte and Touch.

Dengan total perputaran dana sebesar 144 juta pound, The Blues mampu melampaui Real Madrid dan AC Milan. Geliat yang dilakukannya tak lain dari target Kenyon untuk mengubah kerugian Chelsea dalam dua tahun, yang disebut oleh analis ekonomi sebagai kerugian finansial terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris, menjadi sebuah keuntungan.

Dari laporan The Financial Times Stock Exchange (FTSE), Chelsea telah menderita kerugian sebelum pajak sebesar 88 juta pound sepanjang tahun berjalan 2004/05. Angka ini muncul setelah Chelsea menggelontor dana senilai 115 juta pound pada musim sebelumnya.

Target Kenyon jelas, yaitu Chelsea akan mulai break even point (BEP) pada musim 2010. Saya tidak khawatir, karena sejalan dengan prestasi klub maka aktivitas komersial akan meningkat. Kami akan menciptakan infrastruktur yang akan membuat semuanya tercapai, katanya.

Tak pelak, inilah cetak biru dari kerangka berpikir mengapa Kenyon menjadi beringas melancarkan strategi pembonsaian pada pesaing. Dalam kepalanya telah tercetak pola bahwa prestasi klub akan signifikan dengan keuntungan.

Dimulai dari incaran pemain-pemain penting, seperti kala Liverpool seperti kebakaran jenggot saat Kenyon melambaikan angka 50 juta pound kepada Steven Gerrard.

Ketika Chelsea baru enam pekan meraih gelar Premiership, Kenyon menulis surat kepada Tottenham Hotspur meminta izin berbicara dengan Direktur Sport Frank Arnesen agar bisa membahas proses kepindahannya ke Stamford Bridge.

Tidak membutuhkan waktu lama kabar ini menjadi headline di surat kabar London. Tidak ada kejadian yang mampu menandingi manuver ini dalam sejarah Premiership. Uang berbicara dan Spurs akhirnya tidak bisa menolak. Angka 2,4 juta pound melonjak menjadi 15 juta pound. Kini, kompensasi posisi manajerial bisa melebihi harga transfer pemain bintang.

Langkah Kenyon sangat kencang. Bahkan, Kenyon pernah dijatuhi denda FA Inggris senilai 500.000 pound karena kedapatan melakukan pertemuan tersembunyi dengan bek hebat Arsenal, Ashley Cole.

Nama Kenyon juga terkait pada pertemuan rahasia dengan bek canggih United, Rio Ferdinand, di rumah makan dekat Stamford Bridge. Oleh media, pertemuan itu dicermati sebagai proses transfer dan pembuat Ferdinand limbung kala harus memperpanjang kontrak dengan United.

Malah, strategi pembonsaian ala Kenyon telah dimulai sebelum ia hengkang dari United. Manajer United, Sir Alex Ferguson, menuduh bahwa kegagalan mendatangkan Ronaldinho pada 2003 karena rekayasa Kenyon.

Kepada media dengan lantang Kenyon menepis dan mengatakan bahwa Ronaldinho yang tidak punya nyali bermain serta menanggung beban di United.

Hingga saat ini kerja keras Kenyon dinilai tinggi oleh Abramovich. Sang bos menggajinya 3,35 juta pound, atau setara dengan Rp 60 miliar per tahun. Standar gaji yang menurut para analis sungguh mencengangkan.

Sebagai perbandingan, Freed Goodwin, CEO Royal Bank of Scotland yang membawahkan 45.000 pegawai dan tercatat meraih profit 7 miliar pound pada 2004 digaji 3,2 juta pound per tahun. Kenyon paling banyak membawahkan 50 orang saja.

sumber:www.kompas.com/kompas-cetak/0601/13/or/2358336.htm

note on the midnight

How to start the Apache Web Server in Redhat 9.0
Redhat 9 comes with Apache webserver. This is installed by default, but does not run at boot up.

To run Apache type the following at the command prompt:

/etc/init.d/httpd start

To test it type:

/etc/init.d/httpd status

If apache is running you should see something like the following:

httpd (pid 1844 1843 1842 1841 1840 1839 1838 1837 1828) is running...

There are several ways to run Apache at bootup, and here is one of the simple ones.
To run Apache at bootup type:

vi /etc/rc.local

This will open rc.local in the text editor "vi". Arrow down to the bottom of the text (there may not be any yet, in which case it will be the first line) and add:

/etc/init.d/httpd start

Then type :w and enter it (writes the file, i.e. saves it)
Followed by :q and enter it (quits the vi text editor)



How to add a new user in Redhat 9.0
To add a user and set up the directories you want that user to have, use the useradd command. By default, this will add a user and create a home dircetory for that user, which will be located in /home.

EXAMPLE: /usr/sbin/useradd yourname will create the user yourname, and make the directory /home/yourname

Set the password for the new user by running passwd. This will give the user a password and activate the account.

EXAMPLE: /usr/bin/passwd yourname. You will be prompted twice for a password.

NOTE: If you want useradd to create more default directories than just /home/newuser, you can add them to /etc/skel. Anything you add to this directory will be created when you add a new user.

EXAMPLE: mkdir /etc/skel/www will add a directory called www to the skel dir. Now whenever you run useradd to create a new user, it will also create a www directory in the new users home directory.

There are also some options for useradd you can add if you wish, such as changing where the users home directory will be, or which skeleton directory to use. For more information on useradd options go to www.linuxdocs.org

Wednesday, January 11, 2006

cause not automatically

cause i dont set my mysql automatically, i must type this command on shell, hehe..hehe....:

###############################################################
"Start MySQL server"# /etc/rc.d/init.d/mysqld start
"Stop MySQL:" # /etc/rc.d/init.d/mysqld stop
"Restart MySQL:" # /etc/rc.d/init.d/mysqld restart
###############################################################