Pernah nonton Layar-Tancap? Atau acara sunatan massal? karena penghuni kampungku banyak 'wong-jawa-kebon' acara ini kerap aku kunjungi, soalnya yang disunat temen-temen sekolahan SD. Sekedar perbandingan, disekolahku waktu SD masih ada yang dak pake sepatu alias telanjang kaki, bayangkan kampungku masih punya koleksi orang yang begituan tapi sejujurnya aku senang bersahabat dengan mereka "POLOS APA ADANYA", klo jamannya bapak-ku mungkin wajar kali ya.
Pernah nonton 1 tiket untuk 2 orang? Kalau 1 tiket 2 film "istilah NOMAT ala kampung" gimana? Ini jadi bagian kesukaanku masa kecil, sayang BIOSKOPnya uda berubah jadi 'Cafe+tempat-dugem+penginapan" (ala Kampung), huh.. ilang satu kenangan kecil. Walau aku menikmati kehidupan kampung hanya sebatas lulus SD, namun kesan yang kudapat sangat beda dengan pegalaman semasa SMP-SMA di kota Medan yang cenderung brutal.
Mungkin akan kontras klo dibandingkan dengan masa kecil teman-teman yang di kota, walau poinnya juga 'maen'. Dari keluargaku misalnya cuman aku yang dak pernah ikut TK, karena masa itu di kampungku lon ada TK sih, 2 orang adikku kebagian TK, jadi aku dak tau klo disuruh nyanyiin lagu TK, hehe... lagi deh Hm..mm..
Misalnya "scrabble" yang jadi maenanku sekarang klo dak ada kerjaan yang kukenal di usia dini, hehe...hehe... tapi dak apalah, walau semua game harus menyita banyak waktu tanpa terasa, ternyata masih bisa diadu koq kalau hanya dengan komputer. Masa-masa anak cucuku maenannya ntar apa ya, yang jelas aku merindukan masa kecil indah-ku. Biar KAMPUNGAN asal dak katrok kata TUKUL ;) i love Kampung Pon[nama kampungku].
